
STRATEGI FOREX TERBAIK 2015 Tambak Osowilangun
Kali ini penulis pengen mengangkat rancangan yang ringan saja. Trader forex tidak perlu setiap 24 hour mengerutkan kening krn melulu memikirkan sistem trading forex. Sesekali kita telaah hal yang santai saja. Intermezzo saja. Boleh dong?
Sudah berapa lama kamu trading? Seminggu? Sebulan? Setahun? Lebih? Apa yang tahu alias sedang bapak/ibu perhatikan sekarang?
Penulis kepingin berbagi experiance mulai dari awal penulis trading di thn 2005. Ada sebagian step momen mata uang asing transaksi trading mulai merasuki kehidupan saya. Mungkin juga jurangan mengalaminya.
STRATEGI FOREX TERBAIK 2015 Tambak Osowilangun
Fase 1: Up to empat 31 hari pertama
Di step ini, pembaca merasa amat bersemangat. Lazimnya malah di step ini keuntungan dari transaksi trading sanggup jurangan peroleh dengan relatif praktis (aneh ya?). Sampai-Sampai akhir pekan yakni wkt yang menyedihkan, sebab pd 24 jam Sabtu serta Minggu market tutup. Itu artinya tiada pips di dua hari tersebut, yang artinya juga tiada dollar yg masuk ke rekening bank Anda. Kalau ada pemeo berbunyi “I hate Mondays”, malah jurangan mendapatkan jargon “I hate weekends”. Begitu hari Senin tiba, jurangan bangun pagi dgn wajah berseri-seri. Ready to rumble!
Obrolan boss masing-masing 24 jam pun tidak jauh dari hal-hal berbau trading. Di tiap kesempatan, bertemu dgn siapa pun, pembaca berupaya bagi menggiring soal percakapan ke arah trading. Status-status Facebook atau Twitter setiap day juga seperti itu, dilampiri screenshot chart lengkap dengan jenjang entry yang tengah floating profit, berhias status semacam “Lanjut atau close yaaa…?”, atau “Lumayan juga utk beli cendol”, dgn kata lain diberi rempah-rempah relijius semacam “Alhamdulillah 24 hour ini bisa wihtdraw lagi.” Ya, semacam itulah. Istilah saya, lagi “genit-genitnya trading”.
STRATEGI FOREX TERBAIK 2015 Tambak Osowilangun

Langkah 2: Beberapa bulan kemudian….
Nah, beda dgn langkah pertama, di fase ini rata-rata loss demi tekor mulai menghampiri. Lazimnya juga, trader pemula (termasuk penulis dulu) mulai “rajin” memakekan locking. Ini mungkin dpt juga dikenal dengan step “pusing 7 keliling”.
Sebab loss yang di-locking itu rata-rata berlanjut berhari-hari (bahkan dpt sampai berbulan-bulan), lazimnya terbawa dlm mimpi. Bisa jadi bro/sis terbangun di tengah malam sebab mimpi buruk, memandang locking-an tiba-tiba sudah terbuka tetapi minus-nya jadi makin besar. Alias lebih-lebih tatkala baru memejamkan mata momen mau tidur, yg terbayang di pelupuk mata adalah running price. 1.0334… 1.0330… 1.0300… 1.0100… “Lho, lho… kok makin turun? Masih ada buy di atas nih…!” Akhirnya tak jadi tidur, balik ke meja komputer dan memelototi chart.
Di langkah ini, kebanyakan mata hendak ekstra bengkak daripada biasanya. Muka pun bisa jadi ekstra pucat, seakan menanggung beban hidup yang teramat berat.
Oh ya, di langkah ini biasanya seseorang akan berubah extra relijius. Ia mau ekstra byk beribadah pada Tuhan, & doanya lama kelamaan habis-habisan saat lagi loss. Apalagi mereka yang kebetulan mengelola modal orang lain. Bila perlu hingga nangis bombay.
STRATEGI FOREX TERBAIK 2015 Tambak Osowilangun
Fase 3: To be or not to be
Step ini memutuskan waktu depan karir transaksi trading seseorang. Entah dia berhenti, atau lanjut. Kalau berhenti, biasanya karna kapok alias memang uangnya udah habis. Kalau lanjut, rata-rata sebab ia masih penasaran mau sukses di dunia trading forex, atau karena emang udah menerima “ilmu” yang memadai. Intinya sudah belajar lebih baik lagi lah.
Kalau berhenti, ya sudah, kisahnya berakhir sampai di sini. Kalau lanjut, berarti masuk ke fase selanjutnya.
STRATEGI FOREX TERBAIK 2015 Tambak Osowilangun
Langkah 4: Show must go on
Di fase ini ada 2 tipe trader: trader yang bebal, beserta yang sudah belajar. Kalau model yang bebal, ia melanjutkan transaksi trading forexnya karena sebenarnya penasaran & “uang lebih”-nya masih banyak. Yang rupa ini tak mesti kita bahaslah.
Adapun yang golongan “well-educated trader”, ia merasa sudah mantap menjelma pemain karna sudah banyak belajar. Entah itu full-time atau part-time trader, pokoknya trader. Di fase ini, pembaca malah udah enggak terlampau sekali waktu ngobrol mengenai trading dengan non-trader, kecuali jika ditanya.
Teman-teman jurangan udah mengetahui kepandaian agan bersama bagusnya ialah jurangan mandiri udah sanggup menghitung kepandaian diri sendiri. Tak jarang ada rekan (non-trader) bertanya, “Dollar hendak ke mana nih?” sementara itu boss nggak sempat transaksi trading USD/IDR. Atau ada yg bertanya, “IHSG menguat lagi ya?” Atau, “Gimana saran lo berhubungan ekonomi pd wkt Jokowi ini?” boss udah dianggap sekaliber ekonom. Pusing deh. Namun positifnya, pemahaman dan wawasan jurangan malah jadi semakin luas.
Namun, di step ini kamu dapat dikatakan matang sbg seorang trader. Matang lho ya, tidak expert. Artinya, bapak/ibu mau mempertimbangkan dgn baik masing-masing ketetapan yang pembaca ambil. Terlebih kehati-hatian seperti itu juga bakal boss gunakan dlm kehidupan sehari-hari. Masing-Masing tindakan alias kepastian akan jurangan ukur plus-minusnya.
Nah, itulah sepenggal apa yang pernah penulis natural mulai dari awal karir penulis bagaikan trader. Seperti yang saya katakan tadi, ini semata-mata intermezzo. Jangan ditanya panduan teorinya, ya pasti tidak ada.


